Posting : Keinginan Itu….
July 1, 2008 at 1:24 am (KataNurani)
Tags: Asal, Keinginan, Menulis
Kapan mau postingan lagi? Atau. “masih sering posting?”
Adalah dua pertanyaan yang kadang bikin saya jadi keder. Rasanya saya malu sama temen yang udah susah payah memandu web mana yang dipilih sebagai tempat nge-blog, sambil ber-hahahaha ngajarin nge-blog *saking gobloknya*, dan sampai kepada hal remeh-remeh tentang blog itu. Oops, I’m sorry friend. Memang, waktu yang tersisa dari sekian jam terjalani tiap hari jua lah yang menentukan apakah posting-memosting itu jadi rutinitas yang bisa dijalani. Pulang dari aktivitas kantoran, organisasi, temu politik, ngalor - ngidul - ngopi - ngejamz *maksudnya ber-jam session di mobil* dan sebagainya sudah menghabiskan delapan jam dari 9 to 5. Sampe di rumah, pas sedikit lagi mau adzan maghrib, mandi sebentar trus maghrib-an, selanjutnya menerima laporan anak-anak tentang hal-hal di sekolah sambil ditanya ini itu yang ga’ ngerti dari soal-soal IPA, Matematika, maupun PPKN.
Biasanya, sekitar jam setengah sembilan malam atawa sembilan lebih sedikit, masih ada aktivitas luar rumah yang masih juga seputaran dunia politik, dunia kerja swasta, dunia organisasi yang—kadang—tak terselesaikan siang hari, atau yang belum terjadwalkan *duh, seperti yang begitu pentingnya!*. Tapi, demikianlah adanya, bukannya mengada-ada, bukan pula membuat diri ini seperti memang sengaja tercampakkan di lembah kesibukan yang dibuat sedemikian nistanya. Hahahaha. Jadinya, pulang dari ‘keluyuran’ yang bujubune lebih banyak membuat kepala berdenyut-denyut, akhirnya ketika masih sempat membuka laptop di jam 12-an sampe satu dini hari yang tertinggal cuma ampas-ampas pemikiran, yang toch buat apa dituangkan dalam sebuah postingan.
Kadang, saya berfikir apakah menulis itu menjadi sangat sulit saat ini? Entahlah, padahal berbicara jadi jauh lebih mudah ketimbang menulis yang bahkan harus lebih dulu dicerna, dicermati, diatur sedemikian rupa sehingga tidaklah menjadi sesuatu yang ‘kering’ bahkan lebih parah lagi cuma sekadar jadi ’sampah’. Sungguh, keinginan itu masih tetap menggebu disini.
Entahlah……


